Untuk memperoleh sistem transportasi laut yang efektif dan efisien
diperlukan adanya pengemasan barang sebelum pendistribusian. Pengemasan
barang secara modern yang banyak digunakan pada saat ini yaitu dengan
menggunakan peti kemas. Seiring dengan perkembangan industri, arus barang
dengan peti kemas juga akan meningkat dengan pesat. Sehingga dibutuhkan
proses penanganan peti kemas yang baik yang memerlukan suatu model sistem
distribusi antrian untuk dapat memanfaatkan lapangan penumpukan peti kemas
dan alat-alat penanganan peti kemas secara optimal.
Alat-alat penanganan peti kemas yang digunakan adalah Container-
Crane, Tractor-Trailer, dan Rubber-Tyred Gantry-Crane. Pemodelan menggunakan
Microsoft Excel 2003 pada suatu lapangan penumpukan peti kemas yang
direncanakan memiliki 2.838 ground slots terhadap alat-alat penanganan peti
kemas tersebut.
Dari hasil pemodelan, diperoleh jumlah alat yang dibutuhkan pada tahun
2010 dan 2015 sebanyak 6 unit Container-Crane, 15 unit Rubber-Tyred Gantry-
Crane, dan 12 unit Tractor-Trailer. Dan waktu kerja total yang dibutuhkan
pelabuhan untuk melakukan proses bongkar dan muat peti kemas pada arus
puncak adalah selama 2 shift x 8 jam pada tahun 2010 serta 3 shift x 8 jam pada
tahun 2015.
Author
(21403030) YOSEPH ANDIKA HENDRASETIA
(21403142) FENNY LUKITO
Contributor
(01-037) Budisetyono Tedjakusuma
(01-065) Rudy Setiawan
(82-015) Indriani Santoso
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2007
Subject
1. MANAGEMENT-SIMULATION METHODS
2. SIMULATION METHODS
Keyword
container, container yard, queuing distribution, container crane, rubber tyred gantry crane, tractor trailer
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 13011542/SIP/2007; Yoseph Andika Hendrasetia (21403030), Fenny Lukito (21403142)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made