Perkembangan bangunan bertingkat akhir?akhir ini seringkali menggunakan
basement yang umumnya digunakan sebagai tempat parkir, tempat penyimpanan
(gudang) dan mall. Kedalaman galian yang digunakan didalam pembuatan basement
ini tergantung dari perencanaannya dan umumnya berkisar antara 2?8 meter. Pada
negara-negara maju kedalaman basement ini bahkan dapat mencapai lebih dari 10 m.
Pada pelaksanaannya, permasalahan yang sering terjadi adalah: kelongsoran akibat
kestabilan tanah yang tidak tercapai, keamanan dari kondisi dari bangunan-bangunan
di sekitar rencana galian dan metode dewatering yang digunakan.
Pada Penelitian ini dilakukan pengelompokan tipe tanah di Surabaya berdasarkan
penelitian terdahulu. Dari data-data tanah yang telah dikelompokkan, dicari
kedalaman maksimum yang dapat dicapai melalui program PLAXIS. Analisa ini
terdiri dari : open cut, cantilever dan anchored. Hasil analisa tersebut dibandingkan
dengan analisa perhitungan secara manual. Selain itu hasil penelitian ini dilengkapi
dengan wawancara.
Author
(21400102) LINNI LIDYAWATI HALIM
(21400027) SHERFI
Contributor
(78-008) Sugie Prawono
(41075) "INDARTO, DR. Ir."
(77-004) Johanes Indrojono Suwono
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2004
Subject
1. SOIL MECHANICS
2. SOIL STABILIZATION
3. SOILS-TESTING
Keyword
basement, plaxis, excavation, retaining wall, soil
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 12121392/SIP/2004; Sherfi (21400027), Linni Lidyawati Halim (21400102)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made