Konstruksi sosial dan budaya masyarakat Indonesia masih "mendua"
(positif-negatif) dalam menyikapi homoseks. Pada kenyataannya kaum homoseks
masih dipandang sebagai kelompok marjinal, yang pada akhirnya memunculkan
komunikasi non verbal sebagai jalan untuk mengenali sesama jenisnya atau
mengidentifikasi apakah seorang laki-laki itu homoseks atau bukan. Dalam hal
ini, komunikasi non verbal yang digunakan adalah dengan bahasa tubuh. Bahasa
tubuh ini menjadi sangat penting bagi kaum homoseks, terutama ketika terjadi
interaksi langsung ataupun tidak langsung. Dalam penelitian yang melibatkan
wawancara dengan 6 informan diketahui bahwa pada dasarnya selain
menggunakan bahasa tubuh, para gay juga mengandalkan feelingnya untuk
mengidentifikasi apakah seseorang tersebut gay atau bukan, karena terdapat
kecenderungan bahwa kode dan bahasa tubuh yang selama ini digunakan oleh gay
cenderung dijadikan sebagai trend oleh masyarakat luas.
Author
(51401067) EDITH CARDEA LIMANTO
Contributor
(85-005) Thomas Santoso
(68058) SOETOJO DARSOSENTONO
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2007
Subject
1. HOMOSEXUALITY
2. BODY LANGUAGE
Keyword
homosex, body language
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Ilmu Komunikasi)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 10010155/KOM/2007; Edith Cardea (51401067)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made