Perselisihan memberi efek buruk pada proyek konstruksi apabila praktisi
konstruksi tidak mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan sengketa dengan
baik. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk menganalisa jenis sengketa
yang sering terjadi dan jalur penyelesaian sengketa yang sering digunakan. Riset
ini juga meninjau faktor yang dipertimbangkan oleh praktisi konstruksi dalam
pemilihan jalur penyelesaian sengketa yang sesuai. Penelitian ini menggunakan
metode survei kuesioner untuk memperoleh data dari responden. Secara
keseluruhan responden terdiri dari, 20 kontraktor, 10 owner dan 10 pihak netral di
Surabaya yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.
Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor paling penting menurut
kontraktor adalah preservation of business relationship, sementara itu
confidentiality menjadi faktor yang paling yang dipertimbangkan oleh owner, dan
menurut pihak netral ada tiga yaitu enforceability, consensus agreement, dan
neutrality. Sengketa kategori segi teknis adalah sengketa yang paling sering
terjadi di Surabaya dan jalur penyelesaian yang paling sering digunakan adalah
jalur negosiasi.
Author
(21401139) ARVIAN DWI HARTANTO
(21400176) FREDY KURNIAWAN
Contributor
(75-005) Januar Buntoro
(02-216) ANDI
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2006
Subject
1. BUILDING LAWS
2. CONSTRUCTION INDUSTRY-MANAGEMENT
Keyword
dispute, dispute resolution, construction, surabaya
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 20121463/SIP/2006; Fredy Kurniawan (21400176), Arvian Dwi Hartanto (21401139)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made