Perubahan cuaca yang terjadi, terutama di negara yang memiliki 2 musim seperti
di Indonesia, akan menimbulkan dampak terutama dalam segi konstruksi. Terutama pada
suatu gedung atau bangunan yang dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil akan
banyak menimbulkan masalah. Selain itu, banyaknya jumlah dari limbah batu bara yaitu
fly ash akan memberikan ide pada beberapa kalangan untuk dapat memanfaatkannya,
terutama dalam bidang konstruksi. Banyak penelitian yang menggunakan fly ash ini,
tetapi disini bahan tersebut akan digunakan sebagai bahan utama.
Dengan melalui percobaan pengeringan (drying) dan pembasahan (wetting),
dengan sampel disturbed di laboratorium, diharapkan akan dapat dipelajari perilaku sudut
geser dan kohesi dari campuran tanah liat dengan fly ash, yaitu yang berhubungan dengan
tegangan air pori negatif.
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi
drying, tanah mengalami peningkatan sudut geser yang lebih besar dibandingkan tanah
dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh
tanah, sudut geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai
sudut geser (o ) dari sample tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan
nilai o dari sample tanah yang dibasahi.
Author
(21498206) BIMO ARIEWIBOWO
(21499161) EFAN SUWANDY
Contributor
(92-022) DANIEL INDARTO PRAJOGO
(78-012) SOEBIANTO TJANDRAWIBOWO
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2004
Subject
1. SOIL MECHANICS
2. SOILS-TESTING
Keyword
drying, wetting, fly ash, clay, angle of friction , cohesi, sunction
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 12111406/SIP/2004; Bimo Ariewibowo (21498206), Efan Suwandy (21499161)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made