Konsep Pseudo Elastis memperkenankan struktur bangunan mengalami
keruntuhan berupa Partial Beam Side-Sway Mechanism. Untuk mencapai
mekanisme keruntuhan seperti ini, kolom kuat yang diatur simetris terhadap
sumbu X dan sumbu Y direncanakan agar tetap elastis pada saat gempa besar,
sedangkan kolom lemah dan balok diperkenankan terjadi sendi plastis.
Dalam studi ini kolom kuat direncanakan dengan suatu faktor pengali
yang besarnya ditentukan berdasarkan daktilitas struktur yang akan dicapai. Untuk
keperluan tersebut dipakai satu bangunan 6 tingkat pada wilayah gempa 2
Indonesia yang direncanakan mempunyai daktilitas 5.3, 4, dan 2. Struktur
kemudian diperiksa dengan menggunakan gaya gempa dengan periode ulang 100,
200, 500 dan 1000 tahun. Analisa yang digunakan adalah Analisa Static Non-Linear
Pushover dengan program ETABS v 7.2 dan Analisa Dinamik Non-Linear
Riwayat Waktu dengan Ruaumoko 3D.
Hasil analisa menunjukkan bahwa struktur yang direncanakan
berdasarkan daktilitas 5.3 dan 4, menunjukkan kinerja seismik yang memuaskan
pada semua tingkat seismik. Berbeda dengan struktur yang direncanakan dengan
daktilitas 2, hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja seismik kurang
memuaskan saat gempa di atas 500 tahun.
Author
(21400073) HONGKY PRABOWO
(21400121) WILLY
Contributor
(73-001) Benjamin Lumantarna
(84-009) TAKIM ANDRIONO
(00-049) Effendy Tanojo
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2004
Subject
1. BUILDING-EARTHQUAKE EFFECTS
Keyword
pseudo elastic, partial beam side sway mechanism, strong column, multiplier factor
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 11131373/SIP/2004; Hongky Prabowo (21400073), Willy (21400121)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made