Alumina (Al2O3) banyak digunakan sebagai bahan baku pembuat
komponen permesinan dengan metalurgi serbuk karena tahan korosi, sifat
insulatornya yang sangat baik, dan titik leburnya tinggi (2040? C). Alumina bisa
didapatkan dengan mengoksidasi serbuk logam Aluminium (Al) melalui proses
reaction bonding. Lapisan oksida tersebut mula-mula terbentuk pada permukaan
yang akan menghalangi masuknya oksigen ke bagian tengah sampel untuk proses
oksidasi lebih lanjut. Hal ini membuat konversi Al menjadi Al2O3 akan lambat
lalu terhenti. Ukuran pertikel Al dan penambahan tepung jagung pada serbuk Al
yang dikompaksi menjadi sampel dengan diameter 20 mm dengan ketebalan 4
mm, akan mempengaruhi derajat oksidasi Al menjadi Al2O3. Analisa ICP
(Inductively Coupled Plasma) menunjukkan kadar Al yang tersisa hanya 2,015
%dan 2,097 % untuk sampel dengan ukuran serbuk > 80 ?m dan < 80 ?m
berturut-turut dengan penambahan tepung jagung dibandingkan dengan 48,987 %
dan 21,18 % untuk sampel dengan ukuran serbuk >80 ?m dan < 80 ?m tanpa
penambahan tepung jagung.
Author
(24400023) BAMBANG WICAKSONO
Contributor
(91-019) Soejono Tjitro
(94-016) Juliana Anggono
(93-015) Didik Wahjudi
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2006
Subject
1. POWDER METALLURGY
Keyword
reaction bonding, oxidation level, corn starch, inductively coupled plasma (icp)
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Mesin S1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 01/0735/MES/2006; Bambang Wicaksono (24400023)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made