Terdapat dua model yang dapat digunakan untuk memprediksi beta saham, yaitu
Constant Risk Market Model yang mengasumsikan kondisi pasar bersifat konstan
dan Time Varying Risk Market Model yang memasukkan kondisi pasar bullish dan
bearish dalam modelnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris
diantara dua model ini manakah model yang paling tepat untuk memprediksi beta
portofolio.
Penelitian ini menggunakan harga penutupan saham bulanan dan IHSG bulanan,
mulai Januari 2000 sampai Desember 2003. Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah 105 saham perusahaan yang kemudian dibentuk menjadi 7
portofolio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Time Varying Risk Market Model merupakan
model yang lebih tepat memprediksi beta dibandingkan dengan Constant Risk
Market Model. Hal ini dilihat dari nilai F-test yang signifikan pada tingkat alpha 5%.
Author
(31400308) JOHAN AWAL ANDREW
(31400372) HERI PURWANTO
Contributor
(01-020) Sautma Ronni Basana
(86-009) Dewi Astuti
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2005
Subject
1. PORTFOLIO MANAGEMENT
2. STOCKS SPLITTING
Keyword
constant risk market model, time varying risk market model, bearish, bullish, stock portfolio
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Manajemen)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No.03011834/MAN/2005; Johan Awal Andrew (31400308), Hery Purwanto (31400372)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made