Salah satu kekuatan besar alam yang dapat merusakkan pekerjaan sipil
adalah air, yang bisa berupa limpasan air dari sisi gunung ataupun rembesan.
Pada study ini kami mempelajari rembesan air sebagai variabel destruktif, yang
berbahaya apabila tidak terkontrol. Sebagai upaya dalam pengontrolan itu perlu
adanya study lebih lanjut mngenai perilaku rembesan yang bisa berupa estimasi
rembesan dan definisi tentang aliran rembesan yang disebut garis depresi atau
seepage line.
Sebagai study literatur mengenai formasi seepage line kami
menggunakan teori-teori yang ada yaitu : teori Dupuit, teori Schaffernak dan Van
Iterson, teori Casagrande, teori Pavlovsky, teori maping. Yang kemudian
dibandingkan dengan percobaan model bendungan urugan type homogen,
sebagai model yang sederhana tetapi senantiasa dihadapkan pada problema
stabilitas dari tubuh bendungan. Sedangkan tubuh bendungan pada percobaan
model mempergunakan jenis^enis tanah yang dibedakan menurut koefisien
permeabilitasnya. Pada kesimpulannya dapat ditentukan teori-teori mana yang
paling sesuai dalam penentuan formasi seepage line untuk jenis-jenis tanah
yang dibedakan berdasarkan koefisien permeabilitasnya
Author
(21492188) KURNIAWAN BUDI PRABOWO
(21491156) DUDY FERDINAND
Contributor
(75-004) Ruslan Djajadi
(76-006) Prasetio Sudjarwo
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2000
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 1074.S; Dudy Ferdinand (21491156), Kurniawan Budi Prabowoi (21492188)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made