Perhatian para peneliti tertuju pada upaya pengembangan dan
pengaplikasian konsep perencanaan yang lebih terfokus pada performance
struktur, daripada hanya memberikan syarat kekuatan yang cukup seperti pada
konsep yang lama {force based). Asosiasi insinyur teknik California, melalui
Vision 2000 membuat langkah awal dengan menggunakan konsep displacement
untuk mengontrol perilaku struktur, dimana struktur didesain sesuai dengan target
displacement inelastik. Konsep displacement mempunyai kelebihan karena
displacement, dan daktilitas merupakan paremeter penting kerusakan elemen
struktur dan non-struktur.
Dari analisa terhadap struktur 4 lantai yang didesain sesuai dengan
prosedur, didapatkan total gaya geser gempa sebesar 372.74 kN dengan periode
getar efektif 4.04 detik. Simpangan antar tingkat maksimum yang terjadi sebesar
0.012 yang terjadi pada level 2. Nilai ini masih lebih kecil daripada target
perencanaan sebesar 0.02. Struktur mengalami incomplete weak beam strong
column, dimana balok lantai atas tidak terjadi sendi plastis.
Untuk struktur 8 lantai yang didesain dengan simpangan antar tingkat
maksimum sebesar 0.015 didapatkan total gaya gempa sebesar 1046.26 kN.
Perilaku struktur yang didesain dengan distribusi gaya geser gempa menurut profil
displacement tidak menunjukkan perbedaan dengan struktur yang didesain dengan
distribusi menurut massa terhadap ketinggian. Simpangan antar tingkat
maksimum yang terjadi menunjukkan kesesuaian dengan target perencanaan yaitu
sebesar 0.012 yang terjadi pada lantai 3. Struktur juga mengalami incomplete
weak beam strong column, dimana balok pada dua lantai paling atas tidak terjadi
sendi plastis.
Secara keseluruhan kapasitas momen, maupun geser balok masih lebih
besar dari yang dibutuhkan dengan distribusi yang cukup baik. Daktilitas kurvatur
balok yang tersedia menjamin struktur dapat berdeformasi dengan daktail.
Kapasitas geser kolom masih jauh melebihi geser maksimum yang terjadi. Hal ini
dikarenakan pemakaian faktor overstrength pada balok yang tinggi (=1.4)
sehingga kolom didesain sesuai dengan kapasitas balok yang sebenarnya tidak
pernah terjadi.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih reliable, perlu dilakukan studi yang
lebih mendalam mengenai: i) pemakaian model SDOF ii) hubungan
daktilitas-damping
iii) multi limit state approach..
Author
(21495020) GO EK LIONG
(21495045) KUNTJORO TJIOEWONTO
Contributor
(84-009) TAKIM ANDRIONO
(76-008) Gideon Hadi Kusuma
(73-001) Benjamin Lumantarna
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2000
Subject
1. REINFORCED CONCRETE CONSTRUCTION
2. BUILDINGS-EARTHQUAKE EFFECTS
Keyword
seismic, structural, strength
Category
s1 - Skripsi/Undergraduate Thesis (Program Studi Teknik Sipil S-1)
Language
Indonesian
Rights
Skripsi No. 950 S; Go Ek Liong (21495020), Kuntjoro Tjioewonto (21495045)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made