Fasilitas Pengembangan Kepribadian dan Terapi Pendengaran di Surabaya
ini merupakan proyek milik swasta yang bergerak di bidang pemulihan anak -
anak cacat khususnya cacat pendengaran. Fasilitas yang direncanakan meliputi
fasilitas umum dan pengelola, fasilitas medis dan terapi, fasilitas pengembangan
bakat dan kemampuan, fasilitas asrama, kantin, galeri, dan ruang - ruang terbuka
untuk tempat bersosialisasi. Proyek ini tidak hanya mengembangkan kemampuan
komunikasi dan pendengaran bagi penyandang tuna rungu, tetapi juga
menyediakan pelayanan medis bagi penyandang tuna rungu dan mayarakat.
Sesuai dengan perilaku tuna rungu, maka konsep perancangan bangunan ini yang
diambil adalah komunikasi, dimana mempertemukan antara tuna rungu dengan
orang normal dalam hubungan sosisalisasi sehingga dapat mengembangkan
kemampuan pendengaran dan komunikasi penyandang tuna rungu. Pendekatan
perancangan adalah perilaku, dimana perilaku tuna rungu dalam lingkungan
tersebut dipelajari dan dipahami, sehingga data - datanya diterapkan dalam
perancangan. Pendalaman yang diambil adalah karakter ruang untuk mendukung
perilaku penyandang tuna rungu yang digunakan dalam perancangan agar ruangan
tersebut dapat digunakan secara optimal bagi penyandang tuna rungu.
Author
(22401015) PURWANTO TANUJAYA
Contributor
(84-011) Lilianny Sigit Arifin
Publisher
Universitas Kristen Petra
Year : 2006
Subject
1. ARCHITECTURE AND THE PHYSICALLY HANDICAPPED
2. PHYSICALLY HANDICAPPED-REHABILITATION-BUILDINGS
3. DAY CARE CENTERS FOR THE PHYSICALLY HANDICAPPED
Keyword
individuality development, hearing therapy , facility, aims, design concepts
Category
s1 - Laporan Perancangan Arsitektur (Program Studi Teknik Arsitektur S1)
Language
Indonesian
Rights
Laporan Perancangan Arsitektur No. 03132328/ARS/2006; Purwanto Tanujaya (22401015)
The resource(s) is/are owned by the Creator/Contributor.Reproduction & distribution for non-commercial purposes is permitted provided that the credit for the Creator/Contributor and the source are explicitly stated,and no alteration are made